Selasa, 17 Juni 2008

Renungan Hidup

Beberapa hari yang lalu penulis sempat menonton acara di televisi, di episode itu acara yang disiarkan adalah tentang prestasi yang diraih oleh mereka yang giat belajar. Mereka bisa pergi ke luar negeri dengan hanya bermodalkan ilmu pengetahuan yang bersemayam di kepala mereka yang siap untuk dikeluarkan dan dipertandingkan di arena internasional. Sungguh sebuah prestasi yang sangat mengagumkan. Namun sehari sebelum penulis menonton acara tersebut, seorang teman sempat berkata yang lebih kurang seperti ini, “sekarang aku sungguh tertinggal jauh denganmu di dalam bidang ini, padahal dulu bisa dikatakan pengetahuan kita berada pada level yang sama”.

Lantas apa artinya? Penulis hanya menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak akan bisa berkembang dengan hanya meratapi dan melihat kemajuan atau kesuksesan seseorang, lakukan apa yang bisa kamu lakukan sekarang sebelum kamu menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan dan tinggalkan di masa lalu. Lihatlah mereka yang berprestasi hingga bisa menembus dunia internasional, diawali oleh hal-hal yang kecil yang kemudian mampu menghasilkan prestasi emas. Namun jika kamu tidak mampu melakukan itu, ingatlah akan selalu ada hikmah dibalik semua kejadian yang terjadi, hanya saja hikmah yang ada dibalik sebuah kejadian tidak akan kita ketahui apabila kita tidak berusaha untuk mencari tahu dan tidak kita renungkan baik-baik. Seorang bijak atau lebih tepatnya salah seorang motivator terbaik indonesia pernah berkata “jika anda lemah terhadap hidup maka hidup akan keras terhadap anda, namun jika anda keras terhadap hidup maka hidup akan lemah terhadap anda”, mulai sekarang cobalah untuk merenungkan itu baik-baik.

1 komentar:

IRWANSYAH AI SH mengatakan...

Setelah membaca tulisan ini disini sedikit ungkapan hati saya juga dalam mengomentari tulisan kamu yaitu :
1. Memang manusia disuruh meningkatkan ilmu pengetahuan bagi yang tak mau ya begitu saja. Tapi kamu harus ingat kemajuan ilmu kalau tidak disertai dengan nilai ibadahmu maka kemajuan itu tak kokoh atau kuat.
2. Kemajuan kita kalau tidak bermanfaat bagi orang disekeliling kita maka kemajuan itu tidak akan berkembang seperti bunga ditaman bila tidak semarak tak ada satu orangpun yang memujinya tapi mekar dan semarak maka serendah-rendah pasti orang akan tersenyum bahagia.
3. Kemajuan kita kalau ada orang yang mengakuinya atau mengagungkannya niscaya keberhasilan kita akan terkenang selamanya.
Selamat sukses praja saya siap medampingi kamu. Amin